Selasa, 08 Mei 2018

Jangan baca kalau bukan Jodoh

Kepada pria yang ku damba, yang aku belum tau seperti apa nanti kita bertemu atau mungkin kita sudah lama dipertemukan tetapi belum sama-sama tau. Aku harap kamu memang sesuai keinginanku. Pria yang dingin dengan wanita lain, namun hangat padaku. Humoris, tidak pelit, senantiasa menjaga ibadah, menjaga keluarga, menjaga hati, dan menjaga kesehatan, kalau gak ngantuk menjaga komplek. Semoga kamu juga berpostur tinggi dan menjaga berat badan sebagaimana aku memproporsionalkan badan. Nahan diri, menunggu satu jam gak goleran setelah makan, gak minum minuman bersoda cuma biar gak buncit.  Menjadi lelaki yang rapi, bersih dan wangi karena aku suka banget pria wangi. Meski rapi dan wangi kamu tetep harus maskulin, gak boleh metroseksual. 

Semoga segala bentuk bad habbits yang kamu punya, bisa menjadi sesuatu yang so adorable buat aku, pun sebaliknya. Aku gak menuntut kamu buat romantis, cukup jadi humoris seperti aku memilih mantan-mantan ku yang dulu karena selalu bikin aku cekikikan. Jadi pria yang tangguh dalam segala kondisi, sabar, dan gagah yes. Tiap denger lagu-lagu cinta pengennya tuh kasih denger ke kamu atau minimal bayangin aku sama kamu, tapi saat ini aku belum tau kamu yang mana? Kamu dimana? dengan siapa? semalam tidur jam berapa?

Bad habbits ku adalah suka berubah-ubah mood, moody. Jadi kamu harus menyesuaikan ya hehehe. Soal masak dan beres-beres rumah, tenang aja aku udah sangat terlatih. Walaupun tangan aku halus, bukan berarti aku gak pernah pontang-panting jemur padi, giles cucian, dan angkat-angkat batako. Aku seneng jalan-jalan, kalau kamu mabuk perjalanan, aku mau kok ledekin kamu. Kalau kamu cape, tenang aja aku biasa mijit mama jadi kamu pasti aku pijitin.

Sejak kuliah aku udah memutuskan untuk gak pacaran, dan aku cuma punya 2 mantan biar nanti kalau nikahan gak banyak yang recokin. Tapi tenang aja kok mantan aku udah nikah, yang satu lagi udah lama punya pacar. Aku juga gak jatuh-jatuh cinta, jatuhkan sakit, mending bangun cinta. Aku cuma berteman aja sama cowok-cowok. Cinta itu sudah lama aku sembunyiin, cuma buat kamu, iya kamu.

Walaupun suara aku gak semerdu Sabyan, hafalan Shalawat aku gak sebanyak Aishwa Nahla tapi aku suka shalawatan, otomatis aku juga suka cowok yang biasa shalawatan. Aku biasa shalawatan bareng Marbot masjid deket rumah. Dia shalawatan di masjid, aku shalawatan di dapur sambil goreng ikan. Aku harap, kamu juga gitu. Karena pas nikahan, aku gak bakal ngundang organ tunggal, aku mau ngundang marawis, setidaknya kita bisa berdendang Ya Asyiqol Musthofa berdua. Pasti acaranya bakalan penuh haru.

Aku bisa galak dan judes kalau lagi PMS, kamu harus sabar-sabar ya. Kalau kecubit, kejambak, atau kemanyun, kemenyan, kemangi, kelinci apasih gajelas. Pokoknya kamu yang sabar, jangan suka marahin aku, aku ambekan dan gak suka dimarahin, maunya disayang aja (yailah halu masa kini). Aku gak menuntut kita jadi pasangan yang sempurna, aku cuma ingin kita jadi pasangan yang mencintai Allah dan Rasul, dan saat kita bersama, kamu menjadikan aku wanita yang soleha. Atas segala kekurangan dan kelebihan dari diri kita, biarlah hal itu perlahan menjadi penyempurna diantara kita. Sudah ah, aku harus bangun dan nyuci beras tapi gak mau terlalu bersih biar keluarga kita nanti gak kekurangan vitamin BBBBBBBBBBBB (B12) bukan B612 ya, gak nyuci-nyuci beras kalau ngetik B sampe 612.

Faker

 Sore dibulan April tahun 2022, waktu lagi remuk hati dan pegel punggung, gue nyoba deh install dan login ke dating app. Dari beberapa yang ...