Emak gue adalah perempuan yang menjalani karir sebagai pedagang warung sembako sejak gadis.
Bentar gue itung-itung
dulu tahun berapa emak gue gadis.
Ketemu, sekitar tahun 1980.
Gue? insan yang tumbuh dengan nuansa jual beli di warung.
Berdasarkan pengalaman pribadi
yang sehari-hari bantuin emak jaga warung, gue mau menuliskan beberapa tipe-tipe
pembeli.
1. Pembeli yang lugas, ini adalah tipe pembeli yang
paling gue suka karena sudah tau tujuannya ke warung mau beli apa, dan
pemesanannya detail.
“Kak, beli mie goreng indomie
rendang 2, telor 2, kecap bango yang 1000 an 1 sama terigu ¼.”
Nice👍
2. Pembeli bingung, ini kebalikannya pembeli lugas,
sampe warung masih bingung mau beli apa dan mengingat-ingat isi dapurnya yang sudah
habis. Kadang malah kesabaran gue yang habis, “YOK MAU BELI APA INI?”
3. Pembeli yang interaktif, ini tipe pembeli yang senang
dialog
Gue: “Beli apa kak?”
Pembeli: “Beli sabun”
Gue: “Sabun apa kak?”
Pembeli: “Sabun Cuci”
Gue: “Cuci piring atau cuci baju?”
Pembeli: “Cuci baju”
Gue: “Oh detergen, cair atau bubuk?”
Pembeli: “Cair”
Gue: “Berapa?”
Pembeli: “2 ribu”
Ini baru percakapan 1 produk,
misal dia beli mie gue mesti terus
mewawancara rebus/goreng? yang merek apa? berapa? ayam bawang/soto/kari?
3. Bocah bingung, bocah yang megangin 2000 an
bingung beli beng-beng atau basreng karena kalo beli basreng sama beng-beng
duitnya kurang.
4. Pembeli yang datang diwaktu-waktu
tidak tepat
seperti pas gue lagi jaga sendirian kebetulan mules atau mau solat, nah gue liat-liat
kondisi sepi, keknya bisa ini gue tinggal boker atau solat bentar tanpa harus
tutup warung, naas ditengah proses tau-tau ada yang tereak manggil“KAK, BELI (33
X).”
5. Pembeli gak fokus, “Kak beli Promagh flu dan
batuk”
HAH😦
Ada satu waktu mustajab 90% kemungkinannya orang akan datang membeli disaat kondisi yang tadinya sepi banget. MAKAN, Coba makan
deh pasti ditengah menikmati makanan ada aja orang yang beli. Ini sudah hampir
selalu tepat prediksinya.
Karena udah terbiasa banget
dengan kehidupan warung ini, gue rasa gue bakal lanjutin bisnis keluarga ini
karena lumayan, dengan stay di rumah bisa dapet uang dan gak pernah ada pressure.
C U 😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar