Sabtu, 17 Agustus 2024

Faker


 Sore dibulan April tahun 2022, waktu lagi remuk hati dan pegel punggung, gue nyoba deh install dan login ke dating app. Dari beberapa yang match, ada 1 user yang menurut gue terlalu ganteng buat swipe kanan gue balik. Gue samarkan nama dan alamatnya ya biar gak ketebak ehe. Sebut saja namanya Rizki asal Karawang, dia sosok pria yang too much karena fotonya terlampau tampan untuk ukuran gue yang seperti mangkok grosiran. Pendeskripsian dia juga terasa manipulatif, tapi gue menghargai karangannya dengan meng-accept semua yang dia ucapkan.



Dia mengenalkan diri sebagai pria yang bekerja di BUMN dengan jabatan Head, dia berasal dari Karawang, usia 30 tahun, lulusan Universitas Pancasila jurusan Teknik Elektro. Semua pap-pap tampannya selalu diselipi hal-hal yang membuat dia terlihat borjuis. Tanpa dia tau, wanita yang hampir 30 tahun ini tidak mudah ditipu. Selama chit chat diam-diam gue search data dirinya di pddikti, hasilnya nihil alias fake background pendidikannya. Gue search image pap-papnya tapi gak ketemu itu foto siapa yang dia pakai. 

Gue pernah minta sosmednya tapi dia bilang gak main sosmed sama sekali. Meskipun mustahil, gue iyain aja. Tapi yang ada dikepala gue "Sejelek apa orang ini sampe-sampe jadi faker seberlebihan ini?", dia ngajak  tuker wa untuk vc, tentunya gue ga pakai wa pribadi, sudah tuker wa tapi dia vc gak mau on cam, karena dia bilang kameranya rusak depan belakang. Lalu gue stop aja vc nya.

Sampai disatu momen, gue cek kontaknya, ada yang menamai kontaknya dengan nama Rehan, dan ada yang menamai kontaknya "Pembeli Thift Levi's". Dengan kemampuan FBI, saat slipcall gue nanya "kamu tau gak sih tempat thrift jeans levi's yang bagus?" lalu tanpa curiga dia memberikan link grup facebook "Thrift Bekasi". Gue berselancar ke grup itu lalu kucari member grup dengan nama Rehan. "HAH, KETEMU" batin gue, ada beberapa user dengan nama Rehan, tapi gue tertuju pada akun yang kota asalnya Karawang. Gue liat pria yang memang sih usianya 30 dari tahun lahirnya, tapi looknya seperti pria berusia 40 tahun, sedang duduk diatas motor vario hitam.

Dimalam berikutnya melalui telfon gue bilang "menurutmu bagus mana vario atau beat?" dia jawab bagus vario. Lalu gue bilang "Motormu vario?" dan dijawab iya olehnya. Secara sok asik gue mecoba menebak-nebak warnanya "hitam ya? karena ku perhatikan barang-barangmu banyak yang warna hitam" dengan sumringah dan merasa diperhatikan, dia jawab iya lagi.

Dimalam lainnya, Rizki alias Rehan ini rada cabul.

Batin gue "Berani banget kacang ketoprak ini" sambil menahan emosi, gue kirimin hasil screenshoot selama gue menyelidiki dia, mulai dari ss hasil pencarian di pddikti atas nama Rizki dan Rehan, ss get contactnya yang dinamain Rehan dan Pembeli Thift Levi's, ss member grup Thrift Bekasi atas nama Rehan, ss profil akun Rehan yang berasal dari Karawang, dan terakhir foto pria diatas vario hitam.

Aku tutup dengan, "Gimana Faker?"

Hanya diread, beberapa menit kemudian foto profilnya dihapus, sepertinya gue diblock. Gue coba chat sekali lagi "Hello Faker" centang 1 sampai sekarang. Kurang dari sebulan dari sejak match sampe gue spill foto asli dia ke dia sendiri.

Tapi emang banyak yang gak beres sih orang-orang dari dating apps. Mungkin beberapa orang nasibnya bagus, ketemu yg sama-sama baik. Yang jelas, hati-hati, jangan mudah percaya.

Sudah jadi wong kalahan, main dating apps buat ngisi kekosongan malah nemu faker.

 


1 komentar:

  1. okee yang satu ini kocak sih, emang bener bener skill FBI CIA nya, lol

    BalasHapus

Faker

 Sore dibulan April tahun 2022, waktu lagi remuk hati dan pegel punggung, gue nyoba deh install dan login ke dating app. Dari beberapa yang ...