Berada paling ujung pulau Sumatera menjadikan pantai ini begitu mempesona. Hamparan laut luas membiru, seperti tak berujung saat mata menikmatinya. Bukit-bukit di pinggiran pantai menjadi pembatas yang nyata antara darat, pantai, dan lautan. Pantai Tanjung Tuha adalah salah satu pantai yang indah di kabupaten Lampung selatan, jaraknya paling dekat dengan pelabuhan Bakauheni. Membutuhkan waktu sekitar 40 menit dari pelabuhan Bakauheni menuju pantai ini. Jalannya yang sempit, menanjak dan berkelok membuat kita harus berhati-hati. Jarak dari pelabuhan ke jalan kecil (gang) menuju pantai tanjung tuha ini hanya sekitar 2 KM. Namun dari depan gang menuju pantai lumayan banyak memakan waktu. Setelah memasuki gang yang bertuliskan “Lokasi Wisata Pantai Tanjung Tuha”, kita akan melewati proyek pembangunan jalan tol Sumatera, kemudian melewati perkampungan yang berkat dukungan pemerintah beberapa jalan di desa sudah diperbaiki dengan Coran. Semakin dalam memasuki gang maka jalan akan semakin sempit dan hanya dapat dilalui oleh 1 motor. Jika ada motor lain dari arah yang berbeda maka salah satu harus mengalah.
Meskipun butuh banyak perjuangan untuk menjangkaunya, pemandangan di pantai ini tidak akan mengecewakan dan pasti lelah akan terbayarkan oleh suguhan salah satu keindahan ciptaan dari Allah SWT. Pantai ini memiliki air yang jernih dan ombak yang tenang sehingga sangat bisa digunakan untuk berenang atau menyelam. Pantai ini mulai dikunjungi pada tahun 2014 dan semakin ramai hingga tahun 2017 ini. Kerjasama yang baik antara pengelola dengan pedagang disekitar pantai menjadikan pantai ini tetap bersih. Banyak Bale-bale bambu yang disediakan pengelola untuk membuat pengunjung merasa nyaman berada di pantai ini. Tempat sampah tersedia di dekat-dekat warung kelontongan pinggir pantai. Bagi para backpaker, lokasi pantai ini bisa dijadikan destinasi saat berkunjung ke gerbang Sumatera.
Salah satu bale di atas air sebagai tempat untuk berfoto
Pemandangan bukit dan tebing batu dari atas menara
Terdapat 2 lokasi yang menjadi daya tarik pantai Tanjung Tuha adalah menara dan tebing batu yang berada di ujung-ujung pantai. Menara ini bisa dinaiki maksimal oleh 4 orang, dari atas menara ini kita akan melihat dengan jelas jajaran bukit yang bertemu dengan pantai dan lautan, kita juga dapat melihat tebing batu yang bagian atasnya ditumbuhi pepohonan. Sebaliknya di atas tebing batu kita bisa berhadapan langsung dengan lautan yang luas membiru, dan jernih. Selain itu dari atas tebing batu juga kita bisa melihat menara putih yang berdiri diatas salah satu bukit. Sayangnya, kebersihan dikedua lokasi ini luput dari perhatian pengelola, menara di ujung pantai yang biasa dinaiki pengunjung untuk memandangi pantai dari ketinggian, kotor karena sampah botol plastik dan kemasan makanan ringan yang dibawa pengunjung. Tak berbeda dengan lokasi di sekitar menara, lokasi tebing batu yang berada di sisi lain dari pantai Tanjung Tuha juga sama kotornya.
Menjaga kebersihan lingkungan sekitar terutama kebersihan dilokasi-lokasi wisata sebenarnya tidak bisa sepenuhnya kita serahkan pada petugas pengelola saja. Meski pun kita telah membayar tiket masuk dan uang kebersihan, sebagai manusia ciptaan Allah yang dianugerahi akal pikiran harusnya kita memiliki kesadaran dan bertindak lebih peduli pada kebersihan dan keselamatan Bumi tempat kita, dan anak cucu kita tinggal, hidup juga mati. Bukankah Manusia adalah khalifah di bumi? Atau mungkin mereka yang belum memiliki kesadaran terhadap kebersihan adalah khalifah yang membawa kerusakan di bumi? Wallahu’alam.
Pemandangan kebun jagung dari atas menara
Lokasi tebing batu di pantai ini selain digunakan oleh pengunjung juga digunakan oleh masyarakat sekitar untuk memancing ikan, cumi dan kepiting.
Tebing batu sebagai lokasi memancing




Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussayang banget kalo tempatnya bagus tapi kotor karena sampah
BalasHapus